DAPATKAN SEKARANG JUGA! E-book "Panduan Membuat Website Instan" GRATIS! DOWNLOAD DISINI!
Powered by MaxBlogPress 

Mar
17th

Hati-hati dengan Ucapan dan Pikiran Kita

Files under pengalaman hidup | Posted by deeonyssa

Hati-hatilah dengan pikiran dan ucapan kita. Kata-kata dan pikiran kita adalah doa. Saya telah beberapa kali merasakan sendiri kebenarannya. Apa yang terjadi dalam hidup saya belakangan ini, kalau saya runut2 ke belakang, sebenarnya merupakan rangkuman dari apa yang pernah saya ucapkan dan pikirkan beberapa tahun yang lalu. Memang belum terjadi semuanya, tapi sebagian benar-benar terjadi dan sebagian lagi sepertinya akan menjadi kenyataan juga.

Saat awal2 kuliah, saya pernah bercita-cita: ingin bisa bekerja dari rumah, tetapi tetap berhubungan dengan latar belakang pendidikan saya. Dan yg saya bayangkan saat itu adalah dengan bekerja lewat internet di bidang e-commerce, padahal saat itu saya sendiri belum tau persis apa itu e-commerce dan bagaimana melakukannya. Saya hanya sering dengar saja dan kedengarannya kok keren ya :-) Kayaknya kok asyik banget, bisa ngurus anak di rumah sambil tetap bekerja dan menghasilkan uang ;-)

Pertengahan menjelang akhir kuliah, saya dikenalkan oleh mama saya tentang sebuah MLM besar dari negeri tirai bambu. Pertama menghadiri pertemuannya, saya langsung berapi-api dan komit akan serius menjalankan bisnis itu. Bahkan saya sempat berpikir, “ngapain lagi aku kuliah, toh aku mau serius aja di MLM ini”. Namun begitu, bukan berarti saya terus berhenti kuliah ya, justru saya jadi terpicu untuk cepat2 menyelesaikan kuliah, biar bisa cepat2 fokus di MLM itu.

Dan akhirnya, saya berhasil menyelesaikan kuliah dalam waktu 3,5 tahun, dari yg seharusnya 4 tahun. Tapi bukan berarti semua berjalan seperti apa yg saya rencanakan. Sekitar 6 bulan saya fokus di tugas akhir saya, saya jadi tidak pernah lagi datang ke pertemuan2nya. Dan saya pun ibarat mobil mogok, maju berat mundur pun susah. Selain itu kelihatannya orang tua saya juga lebih menghendaki saya untuk kerja kantoran dulu, dan mengerjakan MLM itu sebagai sambilan. Padahal saya justru berpikir yang sebaliknya: fokus di MLM, dan kalaupun saya kerja juga, saya tidak ingin kerja yang terlalu sibuk, agar saya punya banyak waktu untuk menjalankan MLM saya. Bahkan waktu itu saya sempat bilang ke orang2, “aku gak mau kerja kantoran ah, bosen, capek, 9 jam di kantor 5 hari dalam seminggu, apalah artinya hidup”.

Waktu itu saya sampai tidak mau cari kerja di Jakarta, karena yang saya bayangkan, kalau saya kerja di jakarta, berarti saya harus berangkat subuh dan pulang malam, lalu kapan saya punya waktu untuk menjalankan bisnis saya?? Dulu kalau lihat lowongan di koran atau internet, yang saya lihat adalah lokasinya dulu. Kalau lokasinya jakarta atau “bersedia ditempatkan di seluruh indonesia”, langsung saya lewati. Jadi dulu saya cuma cari yang lokasinya bandung atau mataram.

Saya kebetulan juga punya pakde yang bekerja dan memiliki posisi cukup bagus di sebuah perusahaan, sebutlah PT X. Waktu itu memang PT X belum buka lowongan, tapi waktu itu saya pernah bilang: gak mau ah di situ, takut nanti ditempatkan di seluruh indonesia.

3 bulan berlalu, dan akhirnya saya pun mulai goyah. Kerjaan belum dapat, MLM pun gak jalan. Kemudian mama pun mengingatkan saya untuk introspeksi diri, dan minta ampun kepada Allah atas kata2 dan kesombongan yang pernah saya ucapkan dulu. Saya pikir iya mungkin ada benarnya juga, dan akhirnya saya mohon ampun kepada Allah, mohon ditunjukkan jalan yang terbaik, dan saya pasrah mau dapat kerja dimana saja. Alhamdulillah, doa dan permohonan ampun saya didengar Allah, sekitar 1 bulan kemudian akhirnya saya diterima kerja di bandung :-)

Waktu demi waktu pun berlalu, dan apa yang saya alami sekarang ini, sepertinya sebagian besar adalah rangkuman dari apa yang dulu pernah saya ucapkan dan pikirkan. Sekarang saya sudah bekerja di jakarta, sejak bulan juli 2007. Jujur kadang saya suka minder dengan perusahaan saya, yah walaupun gajinya lumayan, tapi saya suka sebel karena setiap ditanya saya kerja dimana, lalu saya sebutkan nama perusahaan saya, pasti ada pertanyaan lanjutan “perusahaan apa tuh?”. Beda dengan teman2 saya yg sudah diterima bekerja di perusahaan2 besar. Tapi saya tetap berusaha berbesar hati, bersyukur, dan yakin bahwa rejeki masing2 itu sudah diatur oleh Allah.

Bulan September 2007, pacar saya diterima di sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dan ditempatkan di Jambi. Di satu sisi saya bersyukur, karena dia berhasil diterima di perusahaan tersebut, yang notabene termasuk salah satu perusahaan idaman di Indonesia. Dan kami merasa masa depan hubungan kami pun menjadi lebih jelas dan cerah. Namun saya pun menyadari, bahwa kelak jika menikah nanti, kemungkinan besar saya harus ikut dia ke Jambi. Dan itu juga berarti kemungkinan besar saya harus mengorbankan keinginan saya untuk tetap berkarir walaupun sudah menikah.

Saya pun akhirnya mulai mencari-cari peluang agar nantinya saya bisa menjadi ibu rumah tangga yang berpenghasilan. Kemudian saya teringat tentang Anne Ahira. Saya pun searching lagi di internet, dan akhirnya memutuskan untuk mendaftar di Asian Brain. Tapi waktu itu saya tidak sepenuhnya menjalankan ajaran Bu Guru. Saya semangat sekali belajar, tetapi malas untuk praktek. Selalu saja menunda-nunda, besok ah, besok ah, dan akhirnya hasilnya pun nol, tidak ada.

Sekitar 2 bulan sesudah saya ikut Asian Brain, tiba2 saya mendapat panggilan dari PT X tempat pakde saya itu. Akhirnya mereka buka lowongan!! Saya pun semangat untuk menjalani proses seleksinya, harapan pun mulai tumbuh, saya berusaha dan belajar sebaik-baiknya agar bisa diterima disitu.

Rasanya seperti menjilat ludah sendiri. Saya yang dulu tidak mau masuk ke perusahaan itu, sekarang justu sangat berharap agar bisa diterima disitu. Tahap demi tahap berhasil saya lewati, dan saya pun semakin optimis akan bisa diterima. Sampai akhirnya saya lolos ke tahap terakhir, yaitu wawancara dan tes kesehatan. Saya merasa yakin bahwa saya akan lolos, karena sepertinya proses wawancara berjalan lancar, dan saya merasa tidak ada masalah dengan kesehatan saya. Well, kecuali soal berat badan ya ^_^ tetapi waktu itu saya pikir, “masak sih berat badan aja jadi masalah?”. Hari berganti hari, tak sabar rasanya menunggu pengumuman akhir.

Dengan adanya proses seleksi ini, fokus saya pun jadi berubah. Asian Brain saya jadi sedikit terlupakan, sampai akhirnya account saya ditutup karena sudah 2 bulan gak bayar2 (maafkan aku ya Bu Guru… ^_^).

Sampai tiba saat hasil akhir itu diumumkan… dan ternyata… Saya TIDAK LOLOS!!! :((
Jujur, waktu itu saya sempat sedih dan kecewa berat. Saya bukannya yakin 100% juga bahwa saya akan diterima, tp saya cukup optimis, jadi rasanya sedih sekali waktu tahu saya tidak lolos. Orang tua dan saudara2 pun banyak yg kaget waktu tau saya tidak lolos. Saya merasa saat itu saya ada di titik terendah dalam hidup saya. Saya jadi bingung kemana harus melangkah. Sepertinya pupus harapan saya untuk bisa tetap berkarir kalau saya nanti sudah nikah dan pindah ke Jambi, karena alasan utama saya ingin masuk ke PT X itu adalah supaya nantinya saya bisa mengajukan permohonan ikut suami kalau sudah menikah.

Dalam keadaan yang sedang sangat down pada saat itu, saya asal sms aja ke mama, bilang pengen nikah aja trus ikut suami ke Jambi, sambil serius jalanin internet marketing. Toh sama juga, kalau saya di swasta gini, pasti buntut2nya bakal tetap berhenti juga karena harus ikut ke Jambi. Saya pikir mama bakal bilang “pikir dulu baik2, jangan asal ambil keputusan waktu sedang labil” dll dll, tapi diluar dugaan, mama langsung setuju dan mendukung! ;-)

Subhanallah, saya bahkan hampir tidak percaya mama & papa bakal langsung menyetujui tanpa disertai pertanyaan “apa kamu sudah yakin sama dia? sudah benar-benar siap menikah?” atau sejenisnya, seperti yang biasa ditanyakan orang tua kalau anaknya minta nikah :-D

Tapi ternyata urusan nikah ini terpaksa ditunda dulu, karena “calon kakak ipar” saya mau nikah juga Juli 2008 nanti. Jadi kita mesti nunggu giliran, kasian orang tuanya nanti malah repot kalau harus ngurus 2 sekaligus :-) Tapi ya gak masalahlah, paling tidak sekarang arah kesana sudah semakin jelas, tinggal masalah waktu saja ;-) Lagian kita nunggu 6,5 tahun aja bisa kok, masak sih nunggu beberapa bulan lagi aja gak bisa? :p

Tak lama kemudian saya pun mendaftar lagi ke Asian Brain. Saya mulai dari awal lagi. Tapi kali ini saya bertekad akan menjadi anak baik. Saya bertekad akan menuruti semua nasehat dan ajaran Ibu Guru Ahira tersayang. Saya akan patuhi formula2 yang dia berikan di “surat wasiat” nya. Pokoknya saya bertekad SAYA AKAN SERIUS MENJALANKAN BISNIS INI! Terhitung sejak 12 Februari 2008, berarti sudah 1 bulan lebih saya menjalankan bisnis online ini dengan serius, dan telah menghasilkan 2 situs. Dan semoga akan segera menyusul situs-situs saya yang berikutnya.

Saya sadar dengan sepenuh hati, bahwa, sebagaimana sering diingatkan oleh Bu Guru, ini bukanlah bisnis instant ataupun bisnis cepat kaya. Dan memang tidak ada kesuksesan yang didapat dengan gratis di dunia ini. Pasti ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan. Untuk menjadi sukses, kita pun harus berani gagal. Karena sukses itu tidak diukur dari seberapa banyak yang kita dapatkan, melainkan dari berapa kali kita berhasil bangkit ketika kita menemui kegagalan. Yang penting kita harus punya impian dan yakin akan dapat mewujudkan impian kita. Itulah yang akan menjadi sumber kekuatan kita untuk menikmati setiap prosesnya dan tetap fokus.

Wah, ngomong2, kok kayaknya saya jadi ngelantur kemana-mana ya :-)
Tapi biarlah, disini saya hanya ingin berbagi dengan teman2 semua, dengan segala kerendahan hati dan tanpa ada maksud untuk menggurui karena saya ini hanya manusia biasa yg masih bau kencur, belum banyak makan asam garam kehidupan :-)
Mudah2an ada hikmah yang bisa diambil dari pengalaman saya ini.

Untuk saya pribadi, ada beberapa pelajaran berharga yang saya petik dari pengalaman ini, antara lain:

Hati-hati dengan pikiran dan ucapan. Dari cerita saya yang panjang lebar tadi, ada beberapa hal kan yang ternyata hampir atau sudah menjadi kenyataan ;)
1. saya tidak mau kerja di PT X –> akhirnya saya kualat deh, benar2 tidak diterima disitu :-D
2. saya tidak mau kerja di Jakarta –> akhirnya kualat juga, sekarang saya justru mulai menikmati bekerja dan hidup di ibukota :p
3. saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik tetapi tetap berpenghasilan –> untuk yang ini memang belum benar2 terwujud, tetapi insya allah sedang mengarah kesana, amin… :-)

Pelajaran kedua adalah soal ikhlas dan tawakal. Jika ada sesuatu yang berjalan di luar kehendak kita (seperti misalnya tadi saya tidak lolos di PT X), kita harus ikhlas menerimanya, dan yakin bahwa Allah pasti punya rencana yang lebih indah di depan sana. Allah pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang lain. Allah lebih tahu jalan mana yang terbaik untuk kita. Hal ini benar2 terbukti, Ketika keinginan saya untuk diterima di PT X tidak dikabulkan oleh Allah, seketika itu juga saya diberi gantinya. Pintu saya untuk masuk ke PT X telah tertutup, namun Allah langsung membukakan pintu yang lain yang lebih besar, dan saya rasakan jauh lebih indah. Subhanallah… Alhamdulillah…

Sekarang saya sudah bertekad untuk serius berkecimpung di dunia bisnis online. Dan alhamdulillah saya pun sangat menikmatinya, bahkan sekarang saya mulai merasa, akhirnya saya berhasil menemukan pekerjaan yang “gue banget” ;-) Walaupun sekarang saya belum memperoleh sepeser pun dari bisnis ini, saya akan tetap belajar dan berusaha sebaik mungkin, serta selalu tawakal. Yakin semua itu pasti sudah diatur oleh Allah, kalau sudah rejeki pasti gak akan kemana, asal kita juga mau berusaha.

Saya yakin, sesuatu yang indah sedang menanti di depan sana, karena itu saya tidak boleh berhenti sampai saya meraihnya. I’ll give what it takes, just enjoy the process and stay focus. Tetap semangat, dan fokuslah pada impian. See you at the top!!!



2 Responses to “Hati-hati dengan Ucapan dan Pikiran Kita”

  1. Rora on June 6th, 2008 2:58 am Reply to this comment

    Nyssaaaaaaaaa…….WELCOME TO MY CLUB….GANK IBU RUMAH TANGGA DENGAN GAJI DOLAR MINIMAL 4 DIGIT/BULAN hihihi…. SEMANGAT TERUS YA NYSSSS!!!! Pernah nyetir mobil malem-malem jakarta bandung di tengah hujan dereesssss banget ga nyss??? Kan gelap banget tuh yaaa… Lampu mobil cuma bisa nerangin jalan beberapa meter ke depan aja tapi finally nyampe juga tuh ke tujuan nya… It means meskipun penerangan jalur bisnis kita cuma kebuka sedikit-sedikit tapi tapi ujungnya nyampe juga… :idea: :idea: :idea: :idea: :idea: Tinggal tergantung aja mau pelan-pelan apa ngebut nyetirnya.. Kalo pelan-pelan ya nyampenya lama… Kalo cepet-cepet ya nyampenya cepet tapi resiko kecelakaan lebih besar kan yaaa…. TENANG AJA NYSSS…. MENGABDI PADA SUAMI ITU MULIA… Kalo tujuan qt baik insya Allah diridhoi Allah nyss hihihi… Pasti suamimu ntar seneng kalo istrinya punya waktu banyak untuk dia dan anak-anak…Apalagi kalo meskipun dirumah aja tapi dolarnya mengalir bagai air hihihi…SEMANGAT TERUS YA BISNISNYAAAAAA…..(baru bentar kan belajarnya…aku aja baru 1,5 tahunan kok hihi) :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

  2. deeonyssa on June 6th, 2008 7:02 am Reply to this comment

    SETUJUUUUUU!!! :idea: :idea: :idea:
    thanks mbak roraaaaaaaa…
    SEMANGAAAATTTTTTT!!! :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Leave a Reply




<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D :-) :( :o 8O :? 8) :lol: :x :P :oops: :cry: :evil: :twisted: :roll: :wink: :!: :?: :idea: :arrow: :| :mrgreen: